Saturday, January 16, 2016

Masa Pubertas dikalangan Santri Pondok Pesantren

Masa pubertas (preadolence) adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju usia dewasa yang ditandai dengan perubahan siklus pertumbuhan fisik dan pertumbuhan psikis. Pada masa ini seorang anak akan berusaha mencari jati diri siapa dia sebenarnya. Mereka akan mengalami phase ini ketika dalam usia 14-17 tahun.

Pada usia 14-17 tahun merupakan usia labil, mereka akan memberontak dan menampakan kebebasan, segala sesuatu yang baru mereka akan mencobanya tanpa perduli mudharat dan mafsadahnya. Selain itu, cara berfikir idealisme dan karakteristik mereka juga akan berubah. Akan tetapi perubahan ini hanya bersifat kecenderungan yang disebabkan pendirian mereka yang belum tetap.

Masa Pubertas dikalangan Santri Pondok Pesantren
Masa Pubertas dikalangan Santri Pondok Pesantren
Sebagian besar kecenderungan mereka adalah kecenderungan untuk meniru, mencari perhatian, tertarik lawan jenis, mencari sosok idola, mencoba hal baru dan emosinya yang mudah meletup.
Masa pubertas sudah digariskan oleh Allah dan pasti akan dialami oleh setiap anak sebelum menuju masa dewasa. Dalam ilmu tarbiyah, masa ini dijadikan pondasi pembelajaran untuk mengembangkan dan memperbaiki kehidupannya dimasa yang akan datang.

(Baca juga Cara Unik Menyikapi Pubertas Dini)

Dikalangan santri sendiri, walaupun mereka hidup terisolasir, fase ini juga merambah mereka. Dan tentunya terjadi perbedaan yang cukup signifikan antar pubertas dikalangan santri dan pubertas dikalangan anak luar pesantren. Dilihat dari perbedaannya ini ditimbulkan karena dua faktor:
  • Faktor Lingkungan
Pengaruh lingkungan ikut andil bagian dalam membentuk karakter si anak menuju masa pubertas. Lingkungan pesantren adalah lingkungan islami. Segala macam kegiatan pesantren mendukung sekali pada pembentukan karakter si anak kepada arah yang positif. Sehingga walau bagaimanapun pubertas santri, tidak akan melampaui batas-batas kewajaran. Sedangkan lingkungan luar adalah lingkungan yang rawan. Si anak yang masih labil apabila tidak dibimbing ke arah yang positif akan mudah terjerembab ke lubang pergaulan bebas.
  • Faktor Informasi
Informasi diluar sangatlah cepat, sehingga perkembangan-perkembangan yang mudah sekali didapatkan. Anak yang mengalami masa pubertas diluar akan dengan mudahnya menyesuaikan diri dengan perkembangan trend, seperti gaya rambut yang dipotong ala Dao Ming Tse, berpakaian parlente ala Ariel Noah dan masih banyak lagi gaya lainnya. Sebaliknya terjadi bagi si anak yang puber di dalam kawasan pondok pesantren, ingin bergaya tapi tak tahu mesti gaya apa. Ingin punya favorite figur tapi siapa yang harus diidolakan.

Akan tetapi perbedaan diatas tidaklah terlalu mencolok, mungkin bisa saja pubertas dikalangan santri melebihi dikalangan anak luar.

Jika kita tinjau dari berbagai segi, kecenderungan si anak pada masa pubertas akan tampak sebagai berikut:
  • Penampilan
Kecenderungan berpenampilan sangat menonjol sekali pada anak yang mengalami pubertas. Jika penampilan anak santri tidak kalah necis dari anak luar. Model rambut yang acak-acakan tidak sama sekali mirip Ariel Noah, celana kelelep yang katanya berkiblat ke Linkin Park, malahan lebih mirip seperti badut pesta.hehe...atau bagi perempuan nampak lebih bening, harum menyengat bau parfum yang lagi ngetrend di TV, seliweran di area putra, bahkan kalau luntur disemprot lagi sampai overdosis banyak.
  • Emosional
Anak yang mengalami masa pubertas cenderung lebih mudah terbakar amarahnya. Dikalangan santri, biasanya dilampiaskan dengan pemberontakan terhadap disiplin, kabur, merokok, main PS atau banyak lagi hal yang lainnya.

Perubahan emosional yang paling jelas, yaitu mereka mulai berani melirik lawan jenis. Tak tanggung-tanggung, bagi yang punya saudara kandung, dijadikan comblangnya untuk merekatkan gubungan dengan teman perempuannya.

Mereka melakukan itu semua tanpa memikirkan akibatnya, yang ada dalam benak mereka adalah enjoy menikmati masa pubertas yang penuh aksi.  Lain lagi jika sudah ketahuan, mereka harus siap-siap untuk mendapatkan hukuman atas kesalahan yang sudah mereka perbuat.

No comments:

Post a Comment